ChatGPT Dilarang di Sekolah New York, Rentan Disalahgunakan

NEW YORK CITY – Otoritas Pendidikan Kota New York mengumumkan larangan chatbot ChatGPT yang sangat populer akhir-akhir ini.

ChatGPT telah diperingatkan beberapa orang dapat menginspirasi lebih banyak kecurangan oleh siswa yang memanfatkan perangkat dan jaringan sekolahnya.

Dilansir dari NBC, Jenna Lyle, juru bicara kementerian pendidikan New York, mengatakan keputusan untuk melarang ChatGPT, yang dapat menghasilkan respons percakapan terhadap perintah teks, berasal dari kekhawatiran tentang dampak negatif pada pembelajaran siswa.

“Meskipun alat tersebut mungkin dapat memberikan jawaban yang cepat dan mudah untuk pertanyaan, itu tidak membangun keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah, yang penting untuk kesuksesan akademik dan seumur hidup,” kata Lyle.

Belum jelas apakah larangan itu diterapkan juga pada sistem City University of New York.

BACA : Kerajaan Perpaduan tidak iktiraf LGBT, sekular, komunis – PM

Di sekolah umum New York, ChatGPT masih tersedia atas permintaan untuk kelas yang mempelajari kecerdasan buatan.

Teknologi AI baru ChatGPT menimbulkan pertanyaan tentang kreativitas manusia

Meskipun chatbot bukanlah teknologi baru, namun ChatGPT, chatbot yang dibuat oleh perusahaan kecerdasan buatan OpenAI, meledak di media sosial pada akhir tahun 2022.

Beberapa orang menyatakan bahwa bot adalah mesin telusur yang lebih baik daripada Google berkat gaya percakapannya yang koheren dan gaya responsnya.

Dalam pernyataan email menanggapi larangan sekolah umum Kota New York, juru bicara OpenAI mengatakan perusahaan tidak ingin ChatGPT digunakan untuk tujuan menyesatkan di sekolah atau di mana pun.

“Perusahaan sudah mengembangkan mitigasi untuk membantu siapa pun mengidentifikasi teks yang dihasilkan oleh sistem itu,” kata juru bicara itu.

Keputusan Kementerian Pendidikan New York untuk melarang bot muncul di tengah wacana tentang dampak ChatGPT terhadap pendidikan jika siswa menggunakannya untuk menghasilkan tugas pekerjaan rumah, menyelesaikan persamaan matematika, dan menulis esai.

Para ahli telah mengakui bahwa chatbot seperti ChatGPT dapat merugikan pendidikan di masa depan.

Kompas

Artikel ini disiarkan pada 08/01/2023

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)